HOTLINE : +62123456788 EMAIL : info@eduplan.co.id :
Eduplan.co.id
SHARE :

Perbedaan Cara Berpikir Otak Kanan dan Otak Kiri

28
11/2020
Kategori : news / Umum
Komentar : 0 komentar
Author : anggiev


Cara Berpikir Otak Kanan dan Otak Kiri

Tubuh manusia dilengkapi dengan berbagai sistem organ seperti sistem saraf, pencernaan, rangka, pernapasan, reproduksi, dan masih banyak lagi. Secara keseluruhan, ada sepuluh sistem organ di mana semuanya dihubungkan oleh satu organ, yaitu otak. Dengan kata lain, otak sangatlah penting bagi manusia karena peranannya yang mengatur sebagian besar proses yang terjadi pada tubuh maupun pemikiran manusia.

Bagian otak yang digunakan manusia untuk berpikir disebut otak besar (cerebrum) yang dibagi lagi menjadi dua bagian, yaitu otak kanan dan otak kiri. Cara kerja otak kanan dan otak kiri memberikan pengaruh yang berbeda terhadap kehidupan manusia karena keduanya memiliki peran masing-masing.

Mengenal Fungsi Otak dan Teori Tentang Bagian Otak yang Dominan

Otak merupakan organ tubuh yang amat kompleks dengan fungsi yang kompleks pula. Terkait dengan organ yang satu ini, terdapat teori di mana otak bisa menjadi lebih dominan kanan atau kiri tergantung kehidupan yang dijalani.

Menurut teori tersebut, jika seorang manusia menjalani kehidupan dengan banyak berpikir kritis dan analitis, maka otak kiri yang mungkin lebih dominan. Sebaliknya, jika seorang manusia lebih sering menggunakan otaknya untuk memikirkan hal-hal yang artistik atau kreatif di dalam kehidupannya, maka bagian otak yang dominan adalah otak kanan.

Berdasarkan teori tersebut, dominasi otak dapat dilihat dari beberapa hal berikut:

  • Otak kiri lebih mendominasi jika seseorang lebih baik dalam melakukan berbagai kegiatan seperti menghitung, menulis, membaca, dan menulis. Selain itu, orang yang lebih banyak berpikir menggunakan logika juga dianggap memiliki otak kiri yang lebih dominan. Orang yang ahli dalam matematika dan lebih mementingkan fakta juga diduga memiliki otak kiri yang lebih dominan.
  • Otak kanan lebih mendominasi jika seseorang banyak berimajinasi, cenderung menyukai seni, sering melamun untuk mencari ide, dan cenderung menggunakan intuisi saat memahami sesuatu.

Meski ada banyak pendapat yang berhubungan dengan otak kanan dan kiri juga pengaruhnya terhadap bidang pekerjaan manusia, teori ini rupanya kurang tepat dan telah terbantahkan. Hal ini diketahui berkat hasil pemindaian Magnetic Resonance Imaging atau MRI yang tidak menunjukkan adanya salah satu bagian otak yang mendominasi maupun memengaruhi kepribadian seseorang. Selain itu, penelitian yang dilakukan oleh ahli saraf juga tidak memberikan bukti yang dapat mendukung teori dominan otak.

Kedua bagian otak besar tersebut sejatinya saling terhubung. Kedua bagian otak juga saling berkomunikasi dengan jumlah jaringan saraf yang sama baik pada orang yang otak kanannya lebih aktif maupun orang yang otak kanannya lebih aktif.

Dari penelitian tersebut, dapat diketahui bahwa fungsi atau cara kerja otak kanan dan otak kiri berbeda. Meski begitu, tidak ada bagian otak yang lebih dominan karena pada dasarnya, masing-masing bagian otak besar tersebut memiliki perannya masing-masing. Misalnya otak kiri memiliki peran untuk menjalankan fungsi berbahasa, sementara otak kanan memiliki tugas untuk fokus mengikuti arahan. Artinya, tipe kepribadian manusia tidak ada hubungannya dengan dominasi salah satu bagian otak tersebut.

Cara kerja otak kanan dan otak kiri sama-sama penting bagi manusia untuk menjalani kehidupannya. Oleh karena itu, dibanding menonjolkan salah satunya, akan lebih baik jika kedua bagian otak besar tersebut digunakan dengan seimbang dan dimaksimalkan bersama agar keduanya berkembang secara sinergis.

Cara Melatih Otak Kanan dan Otak Kiri

Otak kanan dan otak kiri sudah jelas perbedaannya. Namun, keduanya tetap perlu dilatih agar cara kerja otak kanan dan otak kiri tetap baik. Untuk melatih kedua bagian otak tersebut, ada beberapa tips yang dapat dicoba. Berikut ini beberapa tips yang dapat diterapkan di rumah untuk mengasah dan melatih kinerja otak kanan.

  1. Dengarkan ide-ide kreatif yang dikemukakan oleh orang lain. Dengan kata lain, bertukar pikiranlah dengan orang lain karena adanya perbedaan kepribadian dan cara pikir akan membuka wawasan Anda. Selain itu, Anda juga bisa membaca ide-ide yang berasal dari mana saja, misalnya dari internet maupun opini-opini yang ada di media cetak atau digital. Dengan cara itu, otak kanan akan terstimulasi dan Anda pun akan menemukan calon-calon ide yang dapat dikembangkan di kemudian hari.
  2. Lakukan hal-hal baru yang dapat merangsang kinerja otak kanan seperti menggambar, belajar alat musik, maupun mendongeng. Selain itu, Anda juga dapat menstimulasi otak kanan dengan cara mencari hobi baru yang dapat melatih daya imajinasi Anda. Dengan cara ini, otak kanan akan dilatih untuk bekerja dengan lebih baik.
  3. Perhatikan lingkungan sekitar lebih sering. Perhatikan juga diri sendiri agar Anda dapat menemukan hal-hal yang inspiratif baik dari lingkungan maupun dari diri sendiri.
  4. Agar tidak bosan, Anda dapat keluar dari zona nyaman dan menjalani kegiatan baru. Misalnya bepergian ke tempat-tempat yang belum pernah dikunjungi atau melakukan hal-hal yang belum pernah dilakukan, misalnya menjelajah dan mempelajari bidang dan budaya asing yang belum pernah disentuh.

Selain tips untuk melatih kinerja otak kanan, Anda juga dapat melakukan beberapa hal ini untuk melatih kemampuan otak kiri.

  1. Perbanyak aktivitas menulis dan membaca. Hal ini sangat penting karena sama seperti pisau yang akan tumpul jika tidak sering dipakai, otak juga sama. Oleh karena itu, agar otak kiri tetap bekerja dengan baik, Anda harus melatihnya dengan cara ini. Jika bisa, lakukan aktivitas membaca dan menulis setiap hari agar kemampuan otak kiri meningkat.
  2. Gunakan otak untuk mempelajari hal baru. Cobalah untuk menguasai hal baru misalnya dengan menghadiri seminar, kursus, dan lain-lain sehingga otak kiri Anda tetap dapat difungsikan dengan baik.
  3. Bermain puzzle dan teka-teki silang. Otak kiri adalah bagian yang digunakan saat Anda memikirkan sesuatu yang logis dan analitis. Oleh karena itu, mengisi teka-teki silang dan menyusun kepingan puzzle dapat melatih kinerja otak kiri agar tidak tumpul.
  4. Memainkan game yang dapat melatih ingatan dan strategi juga dapat melatih fungsi otak kiri agar tetap bekerja dengan baik. Game atau permainan tersebut di antaranya video games, kartu, atau monopoli.
  5. Lakukan hobi baru yang membutuhkan fokus, seperti bermain catur, dan lain-lain.

Kesimpulannya, cara kerja otak kanan dan otak kiri berbeda dan keduanya memiliki peran yang saling berhubungan dalam kehidupan manusia. Otak kanan dan otak kiri juga harus selalu dilatih agar seimbang dengan melakukan beberapa tips di atas. Namun, selain melakukan tips-tips di atas, Anda juga tetap perlu menjaga pola hidup sehat dengan berolahraga secara teratur dan memakan makanan yang bergizi. Hal ini penting dan harus dilakukan karena bagaimanapun juga, tubuh dan otak tetap membutuhkan asupan gizi dan energi yang mencukupi untuk bisa bekerja dengan baik dan tetap dalam kondisi prima.

 

Berita Lainnya



Tinggalkan Komentar