HOTLINE : +62123456788 EMAIL : info@eduplan.co.id :
Eduplan.co.id
SHARE :

Malaysia



Kuliah Di Malaysia

Melanjutkan pendidikan ke jenjang universitas dapat dilakukan dengan mendaftar di universitas dalam negeri maupun luar negeri. Di antara banyaknya negara di dunia, Malaysia merupakan salah satu negara yang dapat dijadikan tujuan untuk melanjutkan pendidikan. Sebagai salah satu negara tetangga, ada beberapa keuntungan yang dapat diperoleh saat berkuliah di Malaysia.

Keuntungan

Ada banyak keuntungan yang dapat diperoleh jika berkuliah di Malaysia. Beberapa manfaat tersebut akan diuraikan di bawah ini.

  1. Jaraknya dekat

Malaysia merupakan salah satu negara tetangga yang sangat dekat dengan Indonesia. Beberapa bagian Malaysia bahkan bersinggungan langsung dengan wilayah Indonesia. Meski memiliki dua wilayah, yaitu Malaysia Barat di Semenanjung Malaka dan Malaysia Timur di bagian utara Pulau Kalimantan, kedua wilayah Malaysia ini sangat dekat dengan Indonesia yang berstatus sebagai negara kepulauan. Oleh karena itu, kuliah di Malaysia adalah alternatif yang tepat bagi penduduk Indonesia yang ingin kuliah di luar negeri, tapi terlampau dekat.

Dari segi iklim, Malaysia juga termasuk negara yang beriklim tropis dengan suhu udara yang hangat dan lembap sepanjang tahun. Negara ini dapat merasakan hujan sepanjang tahun. Namun, curah hujan yang besar biasanya dirasakan pada bulan April dan Oktober.

Dari segi zona waktu, perbedaan waktu di Indonesia dan Malaysia tidak terlalu jauh. Jika zona waktu Indonesia secara internasional adalah GMT+7, maka zona waktu Malaysia adalah GMT+8. Artinya, waktu di Malaysia satu jam lebih cepat dari WIB (Waktu Indonesia Barat). Dengan perbedaan waktu yang sedikit, tentunya akan lebih mudah untuk menghubungi keluarga yang ada di Indonesia.

  1. Budaya yang tidak jauh berbeda

Meski penduduknya tidak hanya keturunan Melayu, budaya Malaysia secara umum hampir sama dengan Indonesia. Penduduk Malaysia sebagaian besar berasal dari suku Melayu, Tionghoa, dan India. Bahasa yang digunakan sebagai bahasa nasional adalah bahasa Melayu. Selain itu, penduduk negara ini juga menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa kedua. Banyaknya populasi suku Tionghoa di Malaysia (sekitar 25%) membuat bahasa lain seperti bahasa Mandarin, Hokkien, dan Kanton dapat didengar dalam kehidupan sehari-hari di negara ini.

Sebelumnya, telah dijelaskan sedikit kalau mayoritas penduduk Malaysia berasal dari suku Melayu. Indonesia juga memiliki suku Melayu sehingga dari segi budaya dan makanan tidak jauh berbeda dengan Indonesia. Artinya, penduduk Indonesia yang kuliah di Malaysia tidak akan kesulitan untuk beradaptasi.

  1. Salah satu tujuan studi terbaik di Asia Tenggara

Malaysia merupakan salah satu negara bekas jajahan Inggris. Negara ini mendapatkan kemerdekaannya dari United Kingdom pada pertengahan abad ke 20. Oleh karena itu, di Malaysia, ada banyak universitas yang merupakan cabang dari universitas di Inggris. Artinya, universitas-universitas ini memiliki kualitas yang baik sehingga sangat cocok sebagai tujuan studi. Kurang lebih ada 135  ribu pelajar yang melanjutkan studinya di malaysia. Pelajar-pelajar tersebut berasal dari 160 negara karena memang universitas yang ada di Malaysia banyak yang merupakan cabang dari universitas yang terkenal di Inggris.

  1. Biaya hidup dan studi yang terjangkau

Sebagai negara tetangga Indonesia, Malaysia tidak hanya menawarkan keuntungan berupa budaya yang serupa dan kemudahan dalam beradaptasi, tetapi juga dari segi biaya. Satu ringgit Malaysia kurang lebih setara dengan tiga ribu rupiah. Oleh karena itu, biaya hidup serta biaya studi di negara ini pun terjangkau. Dengan biaya hidup yang terjangkau dan tidak jauh dari standar di Indonesia, turis dari Indonesia maupun pelajar yang berkesempatan untuk belajar di negara tersebut tidak akan terlalu terbebani.

  1. Adanya izin bekerja part-time

Kelebihan lain kuliah di Malaysia adalah adanya izin untuk bekerja part-time di akhir pekan. Malaysia mengizinkan kerja part-time selama dua puluh jam per minggu saat libur sekolah. Dengan adanya izin ini, tentunya pelajar dari Indonesia dapat mencari pengalaman kerja sekaligus uang saku tambahan.

Syarat

Untuk kuliah di Malaysia, dibutuhkan visa pelajar dan asuransi kesehatan. Sejak Januari 2014, Departermen Pendidikan Malaysia mengharuskan setiap pelajar internasional yang mendaftar kuliah di negara tersebut untuk mengambil asuransi kesehatan. Selain itu, mereka juga mengharuskan pelajar internasional untuk mengambl mata kuliah Bahasa Malaysia, memiliki kartu pelajar, dan surat penerimaan masuk dari universitas sebagai syarat untuk mengajukan visa.

Untuk melanjutkan studi di negara ini, dibutuhkan akomodasi di mana pelajar internasional dapat mendapatkan akomodasi di dalam maupun di luar kampus. Universitas di Malaysia kebanyakan menyediakan akomodasi di dalam kampus untuk pelajar internasional. Biayanya cukup terjangkau dengan fasilitas yang memadai. Namun, jika ingin mencari akomodasi di luar kampus juga bisa. Keuntungan melanjutkan studi di negara ini adalah biaya hidup yang cukup terjangkau dan tidak jauh berbeda dengan Indonesia sehingga harga sewa akomodasi di luar universitas juga terbilang rendah jika dibandingkan dengan negara-negara lain.

Biaya

Dari segi biaya, melanjutkan studi di Malaysia cukup terjangkau. Seperti yang telah diuraikan sebelumnya, kuliah di Malaysia mengharuskan pembuatan visa pelajar. Saat sampai di negara tersebut, calon pelajar akan langsung mendapatkan visa on arrival dan diharuskan untuk memproses penerbitan Student Card atau i-Kad di mana prosesnya dikenai biaya sebesar RM50. Selain mengurus i-Kad, calon pelajar juga akan dikenakan biaya sebesar RM500 untuk biaya personal bond atau surat tanggungan di mana biaya ini akan dikembalikan setelah masa kuliah selesai.

Dari segi akomodasi, pelajar internasional dapat tinggal di akomodasi yang disiapkan oleh pihak kampus dengan biaya sekitar RM800 hingga RM1500 tiap bulannya (tergantung dari lokasi, universitas, dan kelengkapan fasilitas yang ditawarkan). Selain itu, pelajar internasional juga dapat mencari akomodasi di luar universitas dengan biaya yang terjangkau dengan mencari informasi di papan pengumuman di dalam area kampus maupun minimarket di sekitar kampus. Biayanya pun bervariasi tergantung dari kamar yang ditawarkan, antara RM250 hingga RM2000.

Untuk biaya hidup, biaya rata-rata yang dibutuhkan berkisar antara RM16000 hingga RM21000 per tahunnya. Biaya ini tentunya bervariasi tergantung dari dari gaya hidup masing-masing. Sedangkan untuk biaya kuliah, biaya rata-rata yang dibutuhkan antara RM20000 hingga RM25000 per tahun untuk program sarjana (undergraduate degree). Sementara itu, untuk program pascasarjana (postgraduate degree), biaya yang dibutuhkan lebih mahal, yaitu RM30000 hingga RM60000.

Dari biaya hidup dan biaya studi tersebut, jika dijumlahkan, biaya yang dibutuhkan untuk melanjutkan kuliah di Malaysia adalah RM40000 hingga RM50000 per tahunnya jika mengambil program sarjana. Jika program yang diambil adalah program pascasarjana, maka biaya yang dibutuhkan pun akan lebih banyak yaitu sekitar RM60000 hingga RM90000 per tahunnya. Biaya ini jika dikonversikan ke dalam nilai rupiah, hasilnya tidak akan jauh berbeda dengan biaya pendidikan di Indonesia, yaitu sekitar 200 hingga 300 juta rupiah.

Bagaimana? Kuliah di Malaysia, cukup menarik bukan?